Selasa, 11 Februari 2014

DIMAS ANGGARA: JAHIL & HIPERAKTIF WAKTU SMA PART 1


Meski mukanya kelihatan lugu dan bikin teduh, ternyata waktu sekolah dulu Dimas termasuk anak yang hiperaktif. Malah ia jadi langganan dihukum guru. Hi-hi-hi.

Ceritain dong, seperti apa kamu waktu sekolah dulu?
"Waktu SMA aku anaknya pendiam, baik-baik, lugu. He-he-he."

Serius nih?
"Iya. Pendiam, tapi suka main, sih. Aku suka semua permainan dan olahraga. Terus dulu juga, sempat suka cabut (bolos) sekolah, sih."

Emang biasanya kemana kalau lagi cabut sekolah?
"Dulu sih main online games seperti CS (Counter Strike) atau pergi ke mana gitu sama teman-teman buat wisata kuliner."

Pernah ketahuan guru?
"Alhamdulillah, sih, sering. He-he-he. Pernah sampai orang tua dipanggil. Tapi mereka pengertian, sih, namanya juga anak-anak."

Kalau hangout bareng teman paling suka ke mana?
"Aku punya teman main bareng, sekitar 20 orang. Jadi, suka nongkrong bareng di rumah teman. Biasanya main PS (PlayStation) dan bikin turnamen. Kalau enggak makan,  sambil nongkrong di resto atau kafe."

Punya seleb atau band dan lagu yang favorit enggak pas SMA dulu?
"Ada, Finch, The Kooks, The Beatles, sama Arctic Monkeys. Banyak, sih. Dulu sempat ngumpulin albumnya. Beberapa sampai punya mainannya, seperti action figure-nya The Beatles, terus posternya. Pokoknya merchandise yang berkaitan sama The Beatles, pasti kuambil."

Pernah ada kelakuan konyol yang terinspirasi dari mereka enggak?
"Ada! Aku dulu pernah berdoa supaya roh-roh mereka masuk ke aku gitu. Ha-ha-ha. Terus, waktu syuting di Paris, sempat nyari kuburan Jim Morrisson, dan maksa syuting di sana. Ha-ha. Terus dikabulin, yaudah aku sekalian berdoa di sana."

Masih penasaran sama cerita SMA Dimas Anggara? Langsung terusin baca ke part 2, girls! Atau malah jadi penasaran sama pengalaman percintaan Dimas? He-he-he. 

(aisha, foto: yudha)

DIMAS ANGGARA CIUM CEWEK DEPAN PACAR

Dimas Anggara (Foto: Dok Okezone)Dimas Anggara (Foto: Dok Okezone)JAKARTA - Merasa tertantang memerankan sinetron terbarunya, Love In Paris, Dimas Anggara tak masalah berciuman dengan wanita lain di depan kekasihnya. 

Dalam sinetron yang mengambil latar di Paris, Prancis, Dimas harus beradegan ciuman dengan lawan mainnya, Michelle Ziudith. Namun yang menantang baginya bukan adegan tersebut, dia harus melakukannya di hadapan sang kekasih.

Beruntung, bintang film Kembang Perawan itu mengaku tak marah melihat kekasihnya beradegan ciuman dengan wanita lain. Dia menganggap itu merupakan sebuah tuntutan pekerjaan.

"Enggak sih (menjelaskan). Itu memang tuntutan pekerjaan, sudah ada di skenario, itu jadi tantangan," ungkap Dimas ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2013).

Meski berciuman di hadapan kekasih, Dimas mengaku tak merasa gugup. Dia berusaha bersikap profesional.

"Kita bekerja sama, ya jalani saja s

"Shooting" di Menara Eiffel, Dimas Anggara Didatangi Polisi


Penulis : Vandani Kencana Putri | Rabu, 17 Oktober 2012 | 12:52 WIB
- Shootingsinetron seri Love in Paris, di menara Eiffel, Paris, Perancis, pada musim panas tahun ini, sempat membuat mereka yang terlibat di dalamnya didatangi oleh polisi setempat. Hal itu diceritakan oleh salah satu pemerannya, Dimas Anggara.

"Di (menara) Eiffel, kata orang enggak boleh (ambil gambar), tapi pihak kru ngomong boleh. Sampai pihak kepolisian datang, terus akhirnya kami dijatahi cuma boleh beberapa orang (yang masuk untuk shooting)," kisah Dimas di Jakarta.

Selain itu, Dimas juga menjaga perilakunya selama di Paris. "Kalau kami main jelek, otomatis kan kami bawa nama Screenplay Production, jadi attitude kami juga jaga," tuturnya.

Kesulitan yang dihadapi oleh Dimas selama menjalani shooting selama musim panas di kota romantis tersebut menurutnya hanyalah bahasa. "Pertama,  bahasa. Bahasa sih ya, ketemu sama orang aja komunikasi susah," terangnya.

Model dan artis peran ini, bersama para pemeran lain sinetron seri itu, sudah belajar bahasa Perancis selama satu bulan untuk sinetron seri tersebut dengan pemeran-pemeran lainnya. "Kami masing-masing megang kamus sendiri, nulis sendiri. Kami juga nanya ke orang-orang bener enggak pronounce-nya."

Harapan pria kelahiran 1988 ini untuk sinetron pertamanya  yang mengambil tempat shooting di luar negeri tersebut, "Rating bagus, yang nonton banyak, makin banyak yang dukung kami di Love in Paris."

DIMAS ANGGARA
















































Berawal dari Film Televisi (FTV), namanya semakin melambung berkat sinetron Kupinang Kau Dengan Bismillah. Pria penyayang keluarga ini kini semakin mantap berada di dunia akting.



Awalnya, pria yang lahir di Jakarta pada 10 September 1988 ini bimbang melangkah untuk masuk ke dunia hiburan. Tapi, kini ia telah membuktikan bahwa ia pantas untuk berada di dunia seni peran.

Bagaimana ceritanya Anda bisa masuk ke dunia akting?
Saya memulai semuanya dari FTV. Tapi, sebenarnya saat duduk di bangku taman kanak-kanak saya pernah menjadi bintang iklan sebuah produk susu. Baru setelah kuliah saya kembali masuk ke dunia hiburan. Saat itu kebetulan ada yang menawarkan saya untuk bermain di FTV Andai Mati Besok (2009). Setelah bermain di film Kembang Perawan (2009), saya mulai terjun ke sinetron stripping, Kupinang Kau Dengan Bismillah (2011). Awalnya saya masih kesulitan dalam berakting, tapi seiring berjalannya waktu saya banyak dibimbing oleh sutradara.

Bukankah syuting stripping itu capek banget?
Capek sih, tapi bagi saya itu sudah konsekuensinya. Karena ini sudah komitmen dari awal, saya harus menjalaninya dengan baik. Disaat bosan melanda, biasanya saya lebih memilih untuk bergabung dengan para kru untuk sekadar bercanda dengan mereka. Di mobil, saya juga selalu membawa gitar untuk membunuh waktu.

Ada pengalaman seru selama syuting?
Banyak banget! Saya pernah ditampar oleh lawan main karena ia tidak mendengarkan arahan sutradara. Tapi ada satu adegan yang benar-benar membuat saya tertawa jika mengingatnya. Waktu syuting di sebuah restoran di Turki, saya dan lawan main sedang dalam adegan berkelahi dan saya terjatuh tak berdaya. Sang manajer restoran yang ternyata seorang dokter langsung menghampiri dan memeriksa keadaan saya. Meskipun sudah dijelaskan bahwa kami sedang syuting, dia tetap memeriksa saya dan berkata, “It’s ok! I’m a doctor!” Itu benar-benar kocak! Hahaha…

Karakter seperti apa yang sangat ingin Anda mainkan?
Saya baru saja mendapat peran yang cukup menantang untuk film bertema cinta yang akan keluar 2012 nanti. Karakter yang saya mainkan dalam film itu agak arogan dan sedikit labil. Karakter ini termasuk salah satu peran favorit saya. Tetapi ada satu peran yang ingin sekali saya dapatkan kelak, yaitu orang dengan karakter yang slengean.




MUSIK, TATO, DAN KELUARGA
Selain aktif di dunia seni peran, rupanya Dimas juga berkarya di dunia musik. Dari musik pula ia mulai tertarik untuk memiliki tato. Namun jangan salah sangka, di balik tubuhnya yang penuh tato, ia tetap punya mimpi memberangkatkan orang tuanya untuk naik haji.


Apa kesibukan Anda selain bermain film?
Saya juga menjadi vokalis sebuah band beraliran rock dengan sentuhan pop alternative bernama Baris. Waktu kecil saya senang menonton konser musik bersama ayah dan akhirnya tertarik dengan musik rock dan tato. Dari ketertarikan itulah akhirnya saya mulai bermain band sejak SMP, dan mencoba serius menjalaninya bersama tiga teman lainnya sejak 2009.

Sejak kapan Anda bertato? 
Saat umur 15 saya memberanikan diri untuk membuat tato di bagian punggung. Dulu memang sempat takut kena marah orang tua, tapi ternyata setelah tahu, mereka tidak marah, hanya memperingatkan untuk tidak menambah lagi. Tetapi memang ada perasaan ketagihan untuk menambah tato lagi, sampai akhirnya sekarang jumlahnya ada 15. Ada satu tato di bagian dada yang merupakan moto hidup saya berupa tulisan Strength Will Courage.

Tato yang paling berkesan bagi Anda?
Tato nama keluarga di bagian samping kanan badan saya. Saya menulis nama mereka karena saya adalah tipe orang yang dekat dengan keluarga. Orang tua dan kakak laki-laki saya sudah saya anggap seperti teman, jadi ketika berbicara dengan mereka, saya seperti sedang mengobrol dengan teman. Tak ada satu pun hal yang saya sembunyikan dari mereka.

Pecinta Anjing yang suka berkhayal
Meski sosoknya kelihatan bandel, Dimas mengaku sebagai anak rumahan dan lebih memilih bermain bersama sepuluh anjingnya dibanding keluyuran.

Apa perubahan yang dirasakan setelah menjadi public figure?

Saya masih pribadi yang sama dengan Dimas sebelum masuk ke dunia hiburan. Dari dulu saya memang jarang pergi keluar rumah. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau main ke rumah teman. Kalau sudah nonton DVD di rumah, saya bisa menghabiskan tiga sampai empat judul film, lho. Bisa dibilang, saya adalah anak rumahan, karena saya tipe yang jarang nongkrong.

Apa hobi Anda yang lain? 

Kebetulan keluarga saya semua suka binatang. Di rumah, kami memelihara ikan, kura-kura, burung hantu, burung elang, salamander, serta tujuh anjing pitbull, dua golden retriever, dan satu ekor pudel.

Ada hal yang jarang orang ketahui tentang diri Anda?
Saya itu orangnya senang berkhayal. Pernah setelah nonton sebuah film, selama dua hari saya berkhayal seperti berada di film itu. Saya tidak suka membaca karena kalau membaca pikiran malah jadi berkhayal kemana-mana.

Apa yang Anda cari dari seorang wanita? 
Saya suka wanita yang santai dan fleksibel, serta bisa menerima saya apa adanya. Saya paling tidak suka dengan wanita yang posesif. Wanita posesif kadang memang membuat saya jadi lebih terkontrol, tapi lama-lama malah bikin kita tidak punya dunia lain. Bagi saya, selain menghabiskan waktu berdua, tetap ada kalanya waktu untuk sendirian. 

Dimas Anggara Gue Orangnya Kaku


Dimas Anggara Gue Orangnya Kaku Gadis

Dimas Anggara 


Waktu main ke rumah GADIS untuk foto dan wawancara, kelahiran 10 September 1988 ini mengaku bahwa dirinya kaku. Namun, untungnya kekurangan itu bisa teratasi ketika Dimas harus berakting di layar kaca.

DIS, tolong arahkan dong, gayanya. Gue orangnya kaku soalnya, curhat si cakep ini ketika harus difoto. Dari situ, GADIS baru tahu kalau Dimas kesulitan dalam bergaya. Begitu dibantu oleh stylist GADIS, si cakep ini baru bisa lebih ekspresif ketika difoto.

Walaupun kaku, tapi cowok yang hobi bernyanyi ini terlihat pandai menguasai akting untuk berbagai peran. Terbukti dari berbagai perannya di FTV (Film Televisi) dan sinetron terbarunya Kupinang Kau dengan Bismillah (KKDB). Apa sih, usaha yang dilakukan Dimas supaya nggak grogi di depan kamera?

Pakai hati, jawabnya simpel. Rasakan saja. Apa yang lawan main kita bicarakan, harus kita pahami dan dengarkan. Jangan text book banget atau berpatokan pada dialog yang ada di skenario. Karena naskah itu kan, hanya kasih garis besarnya. Sedangkan pas ada di lapangan, kita sendirilah yang tahu situasi dan kondisinya seperti apa. Itu akan mengalir dengan sendirinya. Kalau berpatokan pada naskah, otomatis, kita akan semakin kaku, jelas aktor yang menggemari Julian Casablancas The Strokes ini. Mariska Tracy Pengarah Gaya: Alex Zulfikar Foto: Jennifer Antoinette

8 Romantic Ideas from Unromantic Dimas Anggara

8 Romantic Ideas from Unromantic Dimas Anggara

Valentine semakin dekat! 14 Februari yang katanya merupakan hari kasih sayang ini seringkali dijadikan hari istimewa bersama pasangan atau gebetan untuk sekedar romantis sepanjang hari. Bingung dengan ide romantis di Valentine nanti? Coba baca cerita aktor film Radio Galau FM dan sinetron Kupinang Kau dengan Bismillah ini. Dimas Anggara yang tidak romantis ini punya cerita sendiri mengenai ide "romantis"-nya.

Tempat Favorit
Mumpung hari Valentine, kenapa tidak ajak pasangan ke tempat favorit? Bisa restoran tempat kencan pertama kali atau tempat nongkrong kesukaan Urbanesian dan pasangan. Kalau Dimas mengaku tempat favoritnya adalah rumahnya dan restoran. Dimas lebih suka mencari sesuatu yang baru dan mencoba tempat-tempat makan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Coba baca artikel New Food in Town 2013 yang mungkin bisa juga menjadi referensi Urbanesian.

Cook for Love
Sebagian besar Urbanesian pasti suka banget kalau dimasaki oleh pasangannya. Women who cook are adorable while men who cook are sexy! Dimas juga salah satu cowok yang suka banget kalau dimasaki, apalagi Dimas termasuk orang yang suka makan. Menurutnya, dia suka masakan apa saja, selama masakan tersebut memang disukai pasangan dan menjadi andalannya. Menurut Dimas, “Apa saja suka, yang penting nggak ada bawangnya.” Mau mulai belajar masak? Bisa coba cek artikel Cook with Couple untuk referensi.
 

What’s Your Favorite Movie?
Film romantis adalah salah satu cara paling aman dan gampang dalam mengisi momen valentine. Bagaimana tidak, feel dan aura saat menonton film romantis di hari kasih sayang pasti sudah terasa bahkan saat baru opening film. Dimas mengaku film-film romantis favoritnya adalah 50 First DatesRomeo & Juliet, dan The Notebook. Ingin beda? Isi hari valentine-mu seperti di kisah film romantis. Baca artikelnya di sini.

Travelling For Two
Mau coba valentine yang tidak terlupakan? Yuk, liburan bersama pasangan! Ajak pasangan ke tempat yang baru nan romantis yang tidak ditemukan setiap hari. Kalau Dimas ingin mengajak pasangan berlibur, ia akan mengajak ke tempat yang seru. “Bisa ke tempat yang panas atau yang dingin, yang penting tempat baru yang belum pernah ke sana”, katanya. Coba baca artikel Escape Inside: Liburan Singkat dengan Pasangan.

I Love You More Than Songs Can Say
Kalau John Mayer bisa ngegombal bahwa dia mencintai bisa lebih dari sebuah lagu, kenapa tidak malah menggunakan lagu untuk beromantis ria di hari valentine? Kasih pasangan satu playlistyang berisi lagu-lagu romantis favorit atau kenangan bersama pacar. Kalau lagu favoritnya Dimas sih, Nothing’s Gonna Change My Life For You.

Katakan Cinta
Kekuatan kata-kata di dalam cinta, tak bisa dipungkiri, memang menjadi salah satu senjata ampuh. Entah sebagai ungkapan perasaan ataupun sekedar bukti yang ingin kita dengar. Digombalin atau menggombal, kadang nyatanya menjadi suatu ‘kebutuhan’ di dalam sebuah hubungan. Kalau Dimas, kira-kira suka ngegombal apa ya buat pasangannya? “Apa ya? Masalahnya saya nggak pernah ngegombal. Cukup kata-kata seadanya saja”, kata Dimas.

Unforgettable Valentine’s Day
Mau tahu apa pengalaman valentine Dimas yang paling tidak terlupakan? “Nggak tau. Setiap valentine romantis, cuma beda-beda. Saya sebenarnya agak monoton; kayak kasih kue, cokelat, atau ajak makan. Mungkin yang sekali beda itu ketika beliin boneka. Itu agak aneh sih buat saya karena nggak pernah kasih boneka.”

Rencana Valentine
Ditanya rencana valentine Dimas tahun ini apa, jawabannya cukup mengejutkan lho. “Tahun ini rencananya mau pengajian.” Eh, pengajian, Dims? “Soalnya kakak saya mau nikah, jadi, nanti mau ada pengajian di rumah pas hari valentine.” Ternyata bagi Dimas, hari valentine bukan melulu untuk pasangan, tapi juga untuk keluarga.

Nah bagaimana nih, Urbanesian? Sudah terbayang mau menghabiskan momen valentine tahun ini dengan cara seperti apa? Selamat menyusun rencana!

Dimas Anggara Ingin Jadi ‘Tukang Cium’ Profesional


Tribun Jakarta/JEPRIMA
Pemain film Dimas Anggara saat berfoto seusai konferensi pers sinetronnya yang berjudul Love In Paris Season 2 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013). Sinetron Screenplay Productions Love In Paris Season 2 akan segera menghiasi layar kaca pemirsa pada 13 Mei 2013 di SCTV. (Tribun Jakarta/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dimas Anggara merasa 
Dimas Anggarakesulitan beradu akting dengan Michelle Ziudith. Bukan karena tidak profesional, akan tetapi di beberapa adegan, mereka harus berakting mesra dalam sinetron 'Love In Paris'.
Bagi Dimas, hal ini menjadi sulit lantaran kekasihnya ikut menemaninya selama syuting di Paris. "Kita bekerja sama. Ya, jalani saja, profesional," kata Dimas saat ditemui di acara jumpa pers  'Love In Paris' Session 2, SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6).
Menurut sang sutradara, Vemmy Sagita, Dimas dan Michelle merasa grogi beradegan ciuman lantaran ditonton oleh kekasih Dimas. "Adegan yang paling sulit waktu mereka ciuman, apalagi saat Dimas dilihatin sama pacarnya," beber Vemmy seraya tertawa.
Namun, sebagai aktor, Dimas berusaha profesional dengan pekerjaannya. "Itu memang tuntutan pekerjaan, sudah ada di skenario," ucap Dimas.
Beruntung, kekasihnya bisa memahami pekerjaannya. "Enggak nervous , biasa aja. Dia ngerti kok," jawabnya.